2 hewan ajaib sang penjaga hutan


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Sahabatku dimanapun anda berada pada kesempatan kali ini mari kita merenung sejenak. Tuhan telah menciptakan alam dengan berbagai macam kesempurnaan lainnya, alam dan lingkungan sudah disiapkan berbagai macam item yang akan menjaga secara otomatis keseimbangan alam tersebut.

Gajah sang pengukur jarak tanam

Hewan gajah, siapa yang tidak kenal dengan hewan gajah. gajah memiliki ukuran tubuh yang sangat besar, ukuran tubuh yang melebar dan memanjang. Jumlah gajah di alam belantara tidak sebanyak hewan herbivora lainnya seperti Kijang dan hewan pemakan rumput lainnya dan peran fungsi gajah sangat penting di alam.

Dengan ukuran tubuh yang besar ketika gajah berjalan secara otomatis akan mengukur jarak tanam. Kita mengira gajah merusak tanaman padahal dia secara otomatis melakukan seleksi alam.

Gajah hanya akan merobohkan pohon-pohon yang jarak antar pohonnya berdekatan. sehingga menyebabkan hutan terlalu rimbun dan lebat dan akan membuat tumbuh kembang dari tanaman kurang maksimal dan sempurna.

Gajah tak mampu merobohkan ukuran pohon yang sangat besar dan sudah menjadi pohon primer. Gajah hanya akan merobohkan pohon-pohon yang kecil seukuran dengan kekuatan yang dia miliki. hal ini secara otomatis akan menata jarak tanam tetap dalam keadaan yang baik sehingga hutan menjadi sehat dan kerimbunan pohon serta kelebatannya akan terjaga.

si raja hutan sang penjaga alam sejati

Kita menganggap jika singa dan macan itu adalah hewan-hewan kejam yang suka memakan hewan herbivora lainnya. Persepsi ini tidak salah, ini paradigma berpikir secara umum yang kita miliki. Namun sesungguhnya hewan ini memiliki peran yang sangat strategis untuk menjaga harmonika dan keseimbangan lingkungan.

Jika di alam liar tidak ada pemangsa, hewan-hewan herbivora akan melakukan  regenerasi akan melahirkan banyak sekali generasi anak-anak yang akan menyebabkan tingkat populasi herbivora tidak seimbang dengan keadaan alam yang ada.

Jika sudah demikian hewan  ini akan memakan ka rumput-rumput dimanapun ia berada. padahal biji-biji dari pohon-pohon besar itu juga di mulai dari tumbuhan kecil. sehingga sebenarnya singa/macan itu secara otomatis akan mengurangi populasi mereka dengan melakukan seleksi alam.

Tahukah anda dalam jangkauan radius kekuasaan mereka ketika singa itu berada. hewan herbivora itu akan menghindar dan secara otomatis biji-biji yang baru saja tumbuh bisa tumbuh besar dan tidak akan termakan oleh hewan hewan pemakan rumput lainnya sehingga keadaan hutan tetap terjaga.

Inilah 2 paradigma  tambahan yang bisa kita gunakan atau bisa kita sebut dengan paradigma pikir positif.

Jaga alam dan jaga lingkungan kita tetap Lestari

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "2 hewan ajaib sang penjaga hutan"

Posting Komentar