Romantisme Tidak Selamanya Harus dengan Uang

Sebuah kisah nyata dari tempat cucian motor

Ini adalah hal amazing yang pernah saya lihat dan memberikan pelajaran bagi diri saya dan Anda semuanya. Bahwa romantisme itu tidak selamanya harus dengan uang. Saya melihat agak sedikit terharu dan bangga sekaligus kagum. Kejadian ini saya lihat ketika saya mencucikan motor saya di sebuah cucian motor. Di situ ada dua pekerja yang bekerjasama membersihkan motornya, yang satu mencuci dan yang satu lagi mengelap motor yang telah selesai.

Ada harmonika yang indah yang saya lihat di sini, betapa komunikasi yang baik antara laki-laki dan perempuan tersebut. Kemudian ada anak kecil muncul minta jajan, di berikanlah roti oleh ibunya pada anak itu yang sedang bermain dengan air yang ada di ember. Setelah saya ketahui ini adalah satu keluarga yang mencoba membuka peruntungan dengan membuka bisnis cucian motor sederhana.

 Di situ saya melihat kebersamaan yang luar biasa. Harmoni yang indah, romantisme yang indah, seorang istri menerima keadaan dengan membantu suaminya dia tidak mengeluh. bahkan dengan semangat mengelap motor yang telah dicuci oleh suaminya. Tidak ada pertengkaran di sini. Seorang istri menerima keadaan, bahkan dengan semampu dia, dia mencoba membantu suaminya dalam mencari nafkah. seakan suami pun merasa bangga mendapatkan istri yang shalehah seperti dirinya.

Ini adalah keluarga yang sakinah. meskipun  dalam tataran ekonomi mereka jauh dari yang lain tapi mereka sudah diberikan surga kebersamaan. mereka bisa terus bersama-sama untuk mendidik anak-anaknya.

Seorang Istri mengerti ketika suaminya itu sibuk, tangannya basah, penuh sabun maka dengan sigap ia menyuapi suaminya dengan potongan roti yang telah dia belah menjadi dua. Sebagian disuapkan ke anaknya dan sebagian lagi dia suapkan kepada suaminya. Adakah orang-orang kaya bisa merasakan kebersamaan ini, belum tentu.

Dan ini adalah sebuah kesalahan, ketika komunikasi tidak terjalin baik dalam sebuah keluarga. maka pengasuhan anak pun akan kurang optimal dan maksimal. sehingga sebuah rahasia yang dikeluarkan oleh orang-orang sederhana sehingga bisa melahirkan anak-anak hebat, adalah waktu yang penuh. yang mereka curahkan kepada anaknya dan contoh teladan dari orang tua yang diberikan kepada anaknya.

Sudah saatnya kita merubah mindset kita tentang uang dan bisnis. hingga kita bisa mengutamakan anak dan keluarga kita. Bisnis dan uang adalah untuk anak kita dan keluarga kita, sehingga komunikasi yang baik harmonis itu harus tetap terjaga. jangan sampai berbalik, yaitu kita sampai mengorbankan banyak waktu dengan melalaikan pendidikan anak kita, melalaikan anak istri kita hanya untuk mengejar sebuah peluang bisnis.

Saatnya diskusi kawan dan utamakan keluarga kita

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Romantisme Tidak Selamanya Harus dengan Uang"

Posting Komentar